BIDIK PERISTIWA SUKABUMI – Rasa khawatir menyelimuti warga Kampung Cijambe, RT 05/RW 07, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, setelah kawasan tersebut dilanda pergerakan tanah pada Jumat lalu. Hingga Minggu (01/03/2026), sebanyak 100 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 312 jiwa telah memilih mengungsi karena sebagian besar rumah dinilai tidak layak huni dan membahayakan keselamatan.
Peristiwa pergerakan tanah menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan yang bervariasi, bahkan beberapa di antaranya rusak parah. Warga yang khawatir akan potensi pergerakan susulan memutuskan untuk meninggalkan tempat tinggal mereka sementara waktu.

"Kalau kami tetap tinggal sangat berisiko. Kami khawatir terjadi pergerakan lagi, makanya hari ini kami mengosongkan rumah," ujar sejumlah warga terdampak saat ditemui awak media di lokasi.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa sebagian warga tengah sibuk mengangkut barang-barang milik mereka ke tempat yang lebih aman. Kampung Cijambe kini terlihat sepi karena sebagian besar penghuninya telah meninggalkan kawasan tersebut.
Camat Bantargadung, Syarifuddin, segera mendatangi lokasi terdampak untuk melakukan pengecekan langsung dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi guna menyiapkan langkah penanganan darurat.
"BPBD bersama pihak kecamatan telah mendirikan tenda pengungsian di lapangan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Bantargadung yang diperuntukkan bagi warga terdampak. Selain itu, dapur umum juga telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan logistik para pengungsi," jelasnya.
Syarifuddin menambahkan bahwa proses evakuasi berjalan lancar tanpa kendala. "Alhamdulillah, seluruh warga yang terdampak dapat dievakuasi dengan baik. Tim kami terus memastikan bahwa kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi," ucapnya.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa maupun warga yang tertimpa reruntuhan bangunan, meskipun banyak rumah mengalami kerusakan cukup parah. Jumlah terdampak yang tercatat saat ini adalah sebanyak 100 KK, namun data tersebut masih dalam proses pendataan lebih lanjut untuk memastikan akurasi jumlah.
Syarifuddin mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya pergerakan tanah susulan. Ia juga meminta warga terdampak untuk segera menempati tenda darurat yang telah disediakan demi keselamatan bersama.
"Kami mengimbau agar tidak ada warga yang kembali ke rumah mereka sebelum mendapatkan informasi resmi bahwa kawasan tersebut sudah aman. Tim kami bersama BPBD akan terus melakukan pemantauan kondisi lokasi secara berkala," tandasnya.
Pemerintah setempat bersama BPBD terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak guna memastikan kondisi tetap aman serta kebutuhan para pengungsi dapat terpenuhi dengan baik.(red)










LEAVE A REPLY