BIDIK PERISTIWA JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengambil langkah cepat dalam menangani genangan dan banjir yang melanda ibu kota setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu malam (7/3) hingga Minggu pagi (8/3). Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta telah mengerahkan ribuan petugas ke lapangan dan mengoperasikan sejumlah pompa air untuk mempercepat proses surutnya genangan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta hingga pukul 11.00 WIB, banjir merendam 147 rukun tetangga (RT) dan menggenangi 19 ruas jalan di berbagai wilayah Jakarta; ketinggian air bervariasi, mulai dari sekitar 20 sentimeter hingga 1,7 meter di beberapa titik yang terdampak.
Curah Hujan Mencapai 264 Milimeter per Hari
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan bahwa curah hujan di Jakarta dan sekitarnya tergolong sangat tinggi, dengan intensitas mencapai 264 milimeter dalam satu hari – jauh melampaui rata-rata curah hujan harian.
“Hari ini di Jakarta dan sekitarnya, curah hujan mencapai 264 milimeter per hari. Itu termasuk curah hujan yang sangat tinggi,” ujar Gubernur Pramono di Jakarta pada Minggu (8/3).
Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa curah hujan ekstrem terfokus di dua wilayah utama, yakni Sunter Hulu (Cilangkap, Jakarta Timur) dan kawasan Pompa Arcadia (Kalibata, Jakarta Selatan).
1.200 Unit Pompa Dikerahkan Sejak Malam Hari
Sejak Sabtu malam, Pemprov DKI telah mengkoordinasikan langkah penanganan bersama seluruh jajaran terkait, khususnya Dinas SDA. Pompa air di sejumlah titik rawan genangan segera diaktifkan untuk mempercepat penyedotan air.
“Sejak semalam saya sudah berkoordinasi dengan jajaran, terutama Dinas Sumber Daya Air. Bahkan di beberapa titik pemompaan sudah dilakukan sejak malam,” ungkap Gubernur Pramono.
Untuk mempercepat penanganan, Pemprov DKI mengerahkan sekitar 1.200 unit pompa pengendali banjir, yang terdiri dari 668 unit pompa stasioner di 243 lokasi dan 536 unit pompa mobile yang ditempatkan di berbagai titik rawan banjir. Kegiatan penyedotan air terus berlangsung, antara lain di kawasan Jalan Daan Mogot (Jakarta Barat) serta sejumlah ruas jalan utama lainnya.
Kenaikan Debit Air dari Wilayah Hulu dan Penyangga
Selain tingginya curah hujan di wilayah Jakarta sendiri, Gubernur Pramono juga mengingatkan potensi tambahan debit air dari wilayah hulu dan daerah penyangga seperti Bogor dan Tangerang yang turut diguyur hujan deras.
Data pemantauan tinggi muka air (TMA) di sejumlah sungai yang mengalir di Jakarta menunjukkan adanya kenaikan signifikan sejak Sabtu (7/3) sore hingga Minggu (8/3) dini hari:
- Kali Ciliwung: Sempat berstatus Waspada dengan TMA lebih dari 750 cm di Pintu Air Manggarai pada pukul 02.00 WIB, dan hampir mencapai status Siaga dengan ketinggian 845 cm pada pukul 07.00 WIB sebelum akhirnya surut dan kembali normal pada pukul 13.00 WIB di angka 715 cm.
- Kali Angke Hulu: TMA merangkak naik mencapai 200 cm (Waspada) pada pukul 16.00 WIB, meningkat menjadi 250 cm (Siaga) pada pukul 18.00 WIB, hingga mencapai lebih dari 300 cm (Bahaya) pada pukul 01.00 WIB dan memuncak di angka 400 cm pada pukul 07.00 WIB.
- Cengkareng Drain: Mulai berstatus Waspada sejak pukul 14.00 WIB dengan ketinggian 206 cm, mencapai 276 cm (Siaga) pada pukul 16.00 WIB, dan terus naik hingga 314 cm (Bahaya) pada pukul 01.00 WIB sebelum memuncak di angka 380 cm pada pukul 08.00 WIB.
- Kali Sunter Hulu: TMA mulai naik pada pukul 16.00 WIB di angka 150 cm (Waspada), meningkat menjadi 250 cm (Siaga) pada pukul 01.00 WIB, mencapai status Bahaya pada pukul 02.00 WIB dan 03.00 WIB, sebelum akhirnya berangsur surut pada pukul 08.00 WIB.
“Karena di wilayah atas, baik di Bogor maupun Tangerang, curah hujan juga tinggi, pasti ada air yang mengalir ke Jakarta,” tutur Gubernur Pramono, sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan selalu mengikuti informasi resmi terkait kondisi cuaca serta potensi genangan di wilayah masing-masing.
Program Normalisasi Sungai Targetkan Rampung 2027
Dalam jangka menengah, Pemprov DKI terus memperkuat sistem pengendalian banjir melalui program normalisasi sungai. Saat ini, pekerjaan normalisasi sedang berlangsung di tiga sungai utama, yakni Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut. Normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan rampung pada tahun 2027 dan diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di sejumlah kawasan Jakarta secara signifikan.(red)









LEAVE A REPLY