Home agama TGH Selamet Syukur Ikhlash Sampaikan Tausiyah Ramadhan di Denpasar: Ikhlas Beribadah dan Jauhi Empat Golongan yang Tidak Mendapat Ampunan Allah

TGH Selamet Syukur Ikhlash Sampaikan Tausiyah Ramadhan di Denpasar: Ikhlas Beribadah dan Jauhi Empat Golongan yang Tidak Mendapat Ampunan Allah

127
0
SHARE
TGH Selamet Syukur Ikhlash Sampaikan Tausiyah Ramadhan di Denpasar: Ikhlas Beribadah dan Jauhi Empat Golongan yang Tidak Mendapat Ampunan Allah

DENPASAR,27 FEBRUARI 2026 – Tokoh ulama TGH Selamet Syukur Ikhlash, MA, menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya ikhlas dalam beribadah serta mengingatkan akan empat golongan yang tidak akan mendapatkan ampunan Allah SWT apabila tidak segera bertaubat, dalam tausiyah Ramadhan yang digelar di salah satu masjid di Kota Denpasar, Bali.

Beliau menjelaskan bahwa ibadah yang dilakukan tanpa ikhlas akan sia-sia, bahkan bagi mereka yang terjerumus ke dalam empat kategori tertentu – orang yang durhaka kepada kedua orang tua, yang memutuskan hubungan silaturrahmi, yang gemar mengonsumsi minuman keras, serta yang menyimpan kebencian dalam hati terhadap sesama – tidak akan mendapatkan ampunan jika tidak segera memperbaiki diri. "Bulan suci Ramadhan adalah waktu yang penuh berkah untuk membersihkan diri dari segala kesalahan, namun hal itu hanya akan berarti jika kita menjalankannya dengan ikhlas dan sungguh-sungguh berusaha memperbaiki perilaku," tegas TGH Selamet Syukur Ikhlash.

Sebagai pendakwah yang dikenal luas dengan kiprahnya yang ikhlas tanpa pamrih, beliau telah menyebarkan pesan Islam tidak hanya di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), melainkan juga ke berbagai daerah di Indonesia seperti Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Bima, Dompu, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan seluruh Lombok. Dakwahnya juga telah menjangkau mancanegara seperti Malaysia dan Thailand, dengan satu tujuan yang sama: menyampaikan pesan pemersatu dan kedamaian untuk seluruh umat Islam.

Beliau menegaskan bahwa esensi dakwah yang beliau sampaikan adalah mengajak umat untuk beribadah dengan ikhlas, menjaga silaturrahmi, menjauhi perbuatan maksiat, serta menghilangkan rasa kebencian. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat meraih ampunan dan keberkahan dari Allah SWT di bulan suci Ramadhan.

H. Sujayadi