Harga plastik melonjak hampir 70 persen, pedagang keluhkan beban usaha
jbn, MARTAPURA – Harga plastik di Pasar Thaibah Martapura mengalami lonjakan signifikan dalam sepekan terakhir.
Kenaikan yang mencapai sekitar 70 persen ini membuat para pedagang mengeluh karena memberatkan biaya operasional.
Salah satu pedagang, Fitriadi, menjelaskan bahwa harga plastik merek kotak kini naik drastis dari Rp 25 ribu menjadi Rp42 ribu per ikat.
Menurutnya, kenaikan ini terjadi di tingkat agen dan sudah berlangsung selama satu minggu terakhir.
"Kami berharap ada tindakan cepat dari pemerintah, baik kabupaten maupun provinsi, karena sangat berdampak pada pedagang kecil," jelasnya, Rabu kemarin.
Diketahui, kenaikan harga ini dipicu oleh konflik di Timur Tengah yang mengganggu pasokan nafta, bahan baku utama pembuatan plastik.
Ketergantungan pada bahan baku impor ini tidak hanya berdampak pada sektor pangan, tetapi juga merambat ke industri kosmetik, otomotif, dan lainnya.
Di sisi lain, kondisi ini justru dinilai bisa menjadi momentum untuk mengurangi penggunaan plastik dan beralih ke tas belanja ramah lingkungan yang lebih berkelanjutan, khususnya di pasar tradisional.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian Bahan Pokok Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar, Hj. Elok Yuli Suriyanti, mengaku pihaknya belum memantau kenaikan tersebut.
"Kami tidak mengetahui dan tidak memantau kenaikan harga plastik, karena ranah kami lebih kepada pengendalian barang pokok," jelasnya.
Para pelaku usaha kini berharap adanya perhatian serius dari pemerintah agar lonjakan harga ini tidak semakin membebani pelaku usaha kecil di pasar.**