Home Kabar Daerah DATA TERBARU BENCANA CIJAMBE: 112 KK TERDAMPAK, 63 KK MENEMPATI TENDA PENGUNGSIAN

DATA TERBARU BENCANA CIJAMBE: 112 KK TERDAMPAK, 63 KK MENEMPATI TENDA PENGUNGSIAN

44
0
SHARE
DATA TERBARU BENCANA CIJAMBE: 112 KK TERDAMPAK, 63 KK MENEMPATI TENDA PENGUNGSIAN

BIDIK PERISTIWA SUKABUMI — Pemerintah Kecamatan Bantargadung terus memperbarui data dan memperkuat langkah penanganan darurat bagi warga terdampak bencana di Kampung Cijambe, yang awalnya terfokus di RT 05/RW 07 dan kini meluas hingga RT 02/RW 07. Camat Bantargadung, Sarifudin Rahmat, menyampaikan bahwa jumlah rumah yang terdampak telah mencapai 90 unit dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.

“Dari total tersebut, 41 rumah dalam kondisi terancam, 21 rusak ringan, 21 rusak sedang, dan 15 rumah mengalami rusak berat,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Perluasan wilayah terdampak menyebabkan jumlah penyintas bertambah menjadi 112 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 356 jiwa. Kelompok yang membutuhkan perhatian khusus di antaranya 48 balita, 8 penyandang disabilitas, dan 37 lansia.

Sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat atau menyewa tempat tinggal sementara, dengan total 46 KK yang mengambil jalur ini. Sementara itu, 63 KK atau 191 jiwa menempati lokasi pengungsian yang difasilitasi pemerintah. Di posko darurat tersebut, terdapat 34 balita dan 22 lansia yang saat ini mengandalkan bantuan logistik serta perlindungan darurat.

Pemerintah telah menyediakan 11 tenda keluarga bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi. Dukungan tambahan juga datang dari jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI), dimana Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi telah menyalurkan satu tenda peleton serta 100 unit tempat tidur lipat (velbed) untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan para pengungsi.

Keluhan sempat muncul terkait genangan air yang masuk ke dalam tenda akibat hujan deras pada malam sebelumnya. Camat mengakui kondisi tersebut terjadi akibat keterbatasan sarana darurat.

“Kami telah berupaya mencari palet sebagai alas tenda agar terhindar dari limpasan air. Namun, di wilayah Bantargadung tidak ditemukan pengusaha yang memiliki stok palet. Alternatif menggunakan potongan bambu sempat dipertimbangkan, namun prosesnya sangat menyulitkan karena situasi yang bersifat darurat,” jelas Sarifudin.

Distribusi velbed yang baru tiba diharapkan dapat menjadi solusi sementara untuk mengurangi risiko dampak banjir susulan di dalam tenda.

Terkait penetapan status resmi bencana, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Tingkat Kecamatan (Forkopimcam) masih dalam tahap menunggu hasil asesmen lanjutan dari BPBD, Dinas Sosial, serta Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Sukabumi. Hingga saat ini, belum ada keputusan final yang disampaikan ke tingkat kecamatan, termasuk terkait penetapan dapur umum resmi.

Meski demikian, pelayanan kebutuhan dasar tetap berjalan dengan lancar. Camat mendorong agar dapur-dapur Satuan Pengelola Bantuan Pangan Gotong Royong Makanan Bergizi (SPBG MBG) di wilayah Bantargadung difungsikan sementara sebagai dapur umum untuk memenuhi kebutuhan sahur dan buka puasa warga selama masa tanggap darurat.

Pemerintah kecamatan juga mengeluarkan imbauan tegas kepada warga, khususnya yang berada di RT 02 dan RT 05. Warga yang tinggal di zona terancam diminta untuk tetap siaga dan tidak kembali ke rumah yang telah dinilai tidak layak huni.

“Kondisi cuaca masih berpotensi terjadi hujan. Kami mengimbau seluruh warga untuk tetap waspada dan jangan memaksakan diri untuk kembali ke lokasi yang memiliki risiko tinggi,” tegas Sarifudin.

Dengan situasi yang masih dinamis, pemerintah kecamatan bersama unsur Forkopimcam terus melakukan pemantauan secara berkala dan berupaya memastikan seluruh penyintas bencana mendapatkan perlindungan serta akses terhadap pelayanan dasar secara optimal.

Asep Lodaya