Home Internasional SEKOLAH DASAR PUTRI DI MINAB TERDAMPAK SERANGAN MILITER AS-ISRAEL DI IRAN

SEKOLAH DASAR PUTRI DI MINAB TERDAMPAK SERANGAN MILITER AS-ISRAEL DI IRAN

43
0
SHARE
SEKOLAH DASAR PUTRI DI MINAB TERDAMPAK SERANGAN MILITER AS-ISRAEL DI IRAN

BIDIK PERISTIWA,28 FEBRUARI 2026 - erangan militer skala besar yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap sejumlah target di Iran pada hari ini telah menimbulkan dampak pada kawasan sipil, dengan sebuah sekolah dasar putri di kota Minab, Provinsi Hormozgan, dilaporkan terkena imbasnya.

Pernyataan dari media pemerintah Iran, termasuk Kantor Berita Islam Republik Iran (IRNA), mengkonfirmasi bahwa lembaga pendidikan tersebut terdampak dalam serangan yang merupakan bagian dari eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Menurut pejabat berwenang Iran yang dikutip oleh Associated Press (AP) dan sejumlah media internasional lainnya, sedikitnya lima murid sekolah dinyatakan tewas akibat insiden tersebut.

Angka Korban Belum Diverifikasi Secara Independen

Meskipun klaim mengenai korban jiwa telah disampaikan oleh otoritas lokal Iran, data tersebut hingga saat ini belum mendapatkan verifikasi dari lembaga pemantau internasional yang netral. Selain itu, terdapat klaim yang beredar di media sosial mengenai jumlah korban yang lebih besar, namun informasi tersebut juga belum mendapatkan konfirmasi dari media internasional terkemuka seperti Reuters, Agence France-Presse (AFP), BBC, maupun Al Jazeera.

Serangan militer ini dikaitkan dengan ketegangan berkepanjangan antara Iran dengan Israel dan AS, yang berakar pada isu keamanan regional serta program strategis Iran. Pemerintah Iran telah mengeluarkan kecaman keras terhadap tindakan tersebut, menyebutkannya sebagai pelanggaran hak asasi manusia yang menimpa warga sipil. Sebaliknya, pihak AS dan Israel menyatakan bahwa operasi yang dilakukan ditujukan pada target yang mereka kategorikan sebagai strategis.

Situasi di lapangan masih terus berkembang, dengan informasi resmi terus diperbarui seiring dengan perkembangan kondisi. Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta memberikan prioritas pada sumber berita kredibel yang telah melalui proses verifikasi.(red)