Home SERIAL Satir, Kapitalisme dan Christoph Waltz

Satir, Kapitalisme dan Christoph Waltz

Serial The Consultant [2023] - Tayang di Prime Video

12
0
SHARE
Satir, Kapitalisme dan Christoph Waltz

Tahun 2022. Cannes Film Festival memutar film “Triangle of Sadness” pertama kalinya untuk publik dan setelahnya kita melihat kapitalisme tak sama lagi.

Menurut Karl Marx, kapitalisme merupakan sistem ekonomi yang dibuat dan digunakan dengan maksud mendapatkan keuntungan dari setiap proses produksi. Dengan menggunakan kapal mewah sebagai setting dan sistem kelas dari segi penumpang kapal dan para pekerjanya, Ruben Ostlund sukses menertawakan kapitalisme dan bagaimana sistemnya bekerja dengan cara yang paling mengagumkan. Satir bekerja ketika kita memahami konteks di dalamnya dan Ruben tahu bahwa dengan setting yang mengingatkan penonton pada “Titanic”, ia akan lebih mudah untuk membuat penonton memahami apa yang sesungguhnya ingin dimuntahkannya dalam durasi 147 menit.

Satir masih berfungsi dengan baik ketika dijadikan elemen utama dalam novel berjudul sama yang ditulis Bentley Little. Namun ketika diadaptasi menjadi serial 8 episode terasa betul erosi pemaknaan didalamnya yang meninggalkan beberapa lubang menganga dalam ceritanya. Kita tahu “The Consultant” yang diputar di Prime Video ini adalah sebuah satir tentang kapitalisme namun karena terlalu banyak bumbu didalamnya cenderung membuat rasanya justru tak karuan.

Padahal premisnya luar biasa menarik. Seorang wirausahawan muda dengan sejumlah game yang sukses diunduh jutaan kali ditembak mati begitu saja oleh seorang bocah. Dan tak butuh waktu lama seorang pria datang ke kantornya dan menyatakan bahwa ia mengambil alih usaha yang dikembangkan Sang, sang wirausahawan. Sebuah sistem ekonomi mesti terus berjalan dan mesti terus mencari keuntungan meskipun tragedi baru saja mendera. Kita tahu ini satir yang luar biasa pekat tapi setelahnya cerita bergerak ke sana ke mari dan seringkali keluar dari fokus dan meskipun membuat kita penasaran namun tak menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang hinggap di kepala. Terutama dengan pertanyaan terbesar: apa yang sesungguhnya dibereskan oleh sang konsultan, Regus Patoff, selama ini?

Sepanjang 8 episode, cerita berputar-putar di sekeliling Regus. Dan kita berkenalan dengan Elaine yang dikesankan sebagai “tangan kanan” Sang, walau sesungguhnya ia hanya asisten belaka. Kita juga berkenalan dengan Craig, seorang programmer yang merasa dirinya tak pernah direkognisi oleh si bos, Sang. Tapi motivasi keduanya pun serba kabur. Keduanya memang seperti berkomplot untuk menjatuhkan apapun yang ingin dibuktikan oleh Regus, tapi sebenarnya apa yang dilakukan oleh Regus dengan pencapaian yang telah dilakukan Sang sejauh ini?

Beruntungnya memang karena “The Consultant” punya peraih 2 piala Oscar, Christoph Waltz. Dengan beragam plot hole di sepanjang 8 episode, kadang kita tak hirau dengan hal tersebut karena karisma Christoph yang berpendar. Ada energi menyenangkan, menakutkan dan misterius yang hadir secara bersamaan setiap kali ia muncul di layar. Dan hanya aktor kelas kakap yang bisa melakukannya. Padahal Regus Patoff nyaris tak melakukan apapun. Ia hanya terlihat kaku, menegakkan aturan baku, seringkali tak masuk akal dan manusiawi. Tapi ia tak menghardik siapapun, ia tak pernah menghajar siapapun, apalagi membunuh siapapun. Tapi kita tahu ada yang salah dengannya. Dan kita tahu bahwa Sang telah membuat perjanjian dengan iblis saat mencapai kesepakatan dengan Regus.

Saya pun teringat kisah bagaimana transisi kepemimpinan dari Steve Jobs ke Tim Cook. Di kehidupan nyata, Steve adalah laki-laki ambisius dengan visi luar biasa namun beberapa kali ia membuat Apple berada di tepi jurang kehancuran. Mungkinkah jika ia tak sakit dan masih hidup pun akan ada seseorang seperti Regus yang mengambil alih dan membuat Steve justru “dihabisi” begitu saja? Apakah Tim menjadi semacam personifikasi dari Regus? Sama-sama berambut warna perak, dengan proporsi tubuh yang mirip, juga dengan efisiensi yang serupa, apakah semuanya hanya kebetulan?

Satir. Kapitalisme. Christoph Waltz. Tiga bumbu utama yang coba dicampur dalam “The Consultant”. Sesekali terasa pas, lain waktu terasa terlalu pedas, bisa jadi suatu waktu pun terasa hambar. Tapi meneruskan tradisi “Triangle of Sadness”, kita masih perlu banyak tontonan sejenis. Entah berupa film, entah berupa serial atau miniseri. Yang menertawakan kapitalisme dengan cara yang satir. Yang mengobrolkan kapitalisme dengan cara tak membosankan. Karena kapitalisme seringkali merangsek masuk ke dalam hidup kita tanpa kita sadari. Dan membuat kita bernafas dan menghirup udara kapitalisme dan menganggapnya senormal oksigen yang alamiah. Dan sesekali kita memang perlu diingatkan dengan cara sekreatif itu. Pengingat memang harus mencari cara untuk tak jadi membosankan. Agar ia efektif. Dan membuat kita tak mudah melupakannya begitu saja.

 

THE CONSULTANT

Produser: Kai Dolbashian, Ann Kindberg

Sutradara: Daniel Attias, Charlotte Brandstorm, Alexis Ostrander, Karyn Kusama, Matt Shakman

Penulis Skenario: Tony Basgallop

Pemain: Christoph Waltz, Nat Wolff, Brittany O’Grady

Video Terkait: