Tahun 2009. Reza Rahadian menghadiri Festival Film Indonesia bersama ibunya. Pertama kali ia masuk nomine peraih Piala Citra. Dan malam itu ia pulang dengan membawa Piala Citra pertamanya.
Reza menjadi aktor yang berbeda setelahnya. Ia naik kelas sebagai aktor yang selalu menampilkan kecemerlangan berakting dalam beragam peran yang diamanahkan kepadanya. Dan kita telah melihat Reza berperan sama baiknya dalam drama, aksi hingga komedi.
Ketika menyaksikan Kapan Kawin? garapan Ody C Harahap di tahun 2015, kita tak pernah menduga bahwa Reza bisa tampil sedemikian alamiahnya dalam sebuah film komedi. Ia begitu lentur ketika berperan sebagai Satrio, seorang aktor yang tengah merintis karir dan menerima tawaran dari Dinda sebagai kekasih bayaran.
Tujuh tahun setelahnya Reza kembali tampil di sebuah film komedi berjudul Mendarat Darurat. Sebuah film yang diarahkan Pandji Pragiwaksono ini datang dengan premis menarik: jika ada kesempatan untuk memulai kembali hidupmu dari awal, apa yang akan kamu lakukan?
Di sini Reza menjadi Glenn, seorang laki-laki gagap dan dianggap kreatif oleh sekelilingnya. Saya tak tahu apakah kegagapan ini sejak awal ada dalam skenario, begitupun ini adalah sebuah nice touch yang bisa dimainkan dengan brilyan oleh Reza. Kegagapan Glenn memberi logika ke banyak hal dari sudut pandang penceritaan: Glenn yang selalu sabar ditindas sang istri, Maya, hingga Glenn yang tampak begitu dekat dan begitu tergantung dengan ibunya.
Bayangkan hidup menjadi Glenn. OK lah penampilannya dianggap menarik oleh lawan jenisnya, OK lah pemikirannya dianggap kreatif oleh sekelilingnya tapi Glenn merasa hidupnya bak di penjara setelah menikah dengan Maya yang memang lebih tua beberapa tahun darinya. Dan Glenn membiarkan dirinya ditindas bertahun-tahun hingga kesempatan emas itu tiba.
Suatu hari Glenn pamit pada istrinya akan berkunjung ke Malang menggunakan pesawat. Padahal sebenarnya ini adalah dalihnya agar ia bisa berselingkuh dengan Kania, rekan sekantornya yang cantik yang sudah lama menyukainya. Glenn merasa sudah saatnya ia maju dengan hidupnya. Ia bosan selalu dituding selingkuh oleh istrinya, ya sudah sekalian saja ia selingkuh beneran. Tapi nahas, pesawat yang ditumpangi Glenn ternyata mengalami kecelakaan. Dan nama Glenn dipublikasikan sebagai korban tewas di pesawat itu.
Kecelakaan pesawat ini seharusnya adalah kesempatan bagi Glenn untuk memulai hidupnya dari awal. Ia bisa saja berganti identitas, memulai hidup baru, toh ia juga sudah dianggap mati, baik oleh Maya, juga ibunya. Tapi lagi-lagi Glenn tak tahan mengingat ibunya yang akan mati patah hati ditinggal olehnya.
Kesempatan ini seharusnya juga digunakan oleh Glenn untuk melihat kembali hubungannya dengan Kania. Apa sesungguhnya yang dicarinya dari Kania? Apakah Kania sekedar pelampiasan dari buruknya rumah tangga yang dijalaninya? Lantas ketika tahu bahwa Kania betul-betul mencintainya, apa yang akan Glenn lakukan? Apakah ia akan memperjuangkan hubungannya dengan Kania?
Mendarat Darurat yang tayang di layanan streaming Prime Video, di luar dugaan, menjadi sebuah film manis tentang hubungan pernikahan. Kita melihat seorang istri yang terus menerus dihantui rasa bersalahnya sehingga menimpakannya ke suaminya yang tak tahu apa-apa. Kita melihat seorang suami yang terus menerus mencoba bersabar dengan istri yang penuh kecurigaan tanpa henti. Dan kita juga melihat seorang perempuan yang mencintai sepenuh hati dan membiarkan dirinya terjebak di situasi yang sama sekali tak akan menguntungkan dirinya.
Sebagai sutradara, Pandji membiarkan dirinya masuk ke dalam cerita, masuk ke dalam cinta segitiga Glenn – Maya – Kania, untuk lantas membiarkan diri kita merefleksikan apa yang pernah kita alami dan relevan dengan pengalaman tersebut. Pandji membiarkan kita bercermin dari apa yang dialami Glenn, Maya dan Kania dan mungkin akan melihat bahwa apa yang sudah kita tempuh mungkin tak sepenuhnya benar ataupun salah. Selalu ada area abu-abu dalam hidup yang membuatnya memang sulit dilihat secara hitam putih.
Dan Mendarat Darurat memang terutama berhasil karena faktor Reza Rahadian. Saya kira faktor Reza juga yang membuat Luna Maya berhasil membiarkan dirinya larut ke tubuh Kania dan kita pun ikut menangis bersamanya. Siapa yang tak iba dengan sosok perempuan cantik, dengan pekerjaan bagus namun kesepian dan hanya butuh seorang pria yang mencintainya apa adanya?
Dan untuk para penonton, sekali lagi Reza Rahadian membuktikan kualitas aktingnya dengan 4 Piala Citra yang sudah digenggamnya.






LEAVE A REPLY