TARGET PERISTIWA,8 MARET 2026- Pemerintah Thailand mengeluarkan perintah darurat terkait pengelolaan bahan bakar, sebagai langkah antisipasi potensi kekurangan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Perintah tersebut dikeluarkan oleh Perdana Menteri Anutin Charnvirakul, menyusul berkembangnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang berdampak pada stabilitas pasokan energi global.
Dilansir dari The Nation Thailand pada hari Sabtu (7/3), langkah utama yang diambil mencakup pembatasan ekspor bahan bakar serta penguatan pengelolaan cadangan domestik. Pengecualian diberikan bagi negara tetangga yaitu Laos dan Myanmar, serta untuk bahan bakar impor atau yang tidak memenuhi spesifikasi nasional.
Situasi yang mengkhawatirkan diperparah oleh serangan udara pada lokasi strategis di Timur Tengah dan pembatasan ketat pada jalur pelayaran utama di Teluk Persia serta Selat Hormuz. Meskipun belum dapat diprediksi kapan situasi akan mereda, pemerintah memperkirakan kondisi tersebut berpotensi mengganggu pasokan bahan bakar ke Thailand.
Sebagai bagian dari langkah antisipasi, cadangan bahan bakar domestik wajib dipertahankan minimal 1,5% mulai tanggal 31 Maret, dan akan dinaikkan menjadi 3% pada tanggal 30 April mendatang. Perintah darurat juga mengatur prosedur persetujuan lokasi penyimpanan, pendelegasian fungsi penyimpanan, serta persyaratan bagi operator yang telah disetujui.
Tujuan utama dari serangkaian kebijakan ini adalah memastikan keamanan pasokan bahan bakar untuk kebutuhan domestik tetap terjaga meskipun terjadi gangguan akibat eskalasi konflik internasional.(red)








LEAVE A REPLY