Home Pemerintah Pemerintah Tegaskan Pendidikan Tetap Prioritas, Tidak Ada Program yang Dikurangi Meski Ada MBG

Pemerintah Tegaskan Pendidikan Tetap Prioritas, Tidak Ada Program yang Dikurangi Meski Ada MBG

48
0
SHARE
Pemerintah Tegaskan Pendidikan Tetap Prioritas, Tidak Ada Program yang Dikurangi Meski Ada MBG

TARGET PERISTIWA JAKARTA – Anggaran dan program pendidikan tetap menjadi prioritas utama pemerintah dan terus ditingkatkan untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam menanggapi isu terkait dugaan pengurangan anggaran pendidikan akibat adanya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Tidak ada program pendidikan yang dikurangi atau tidak berjalan. Seluruhnya berjalan, dilanjutkan, bahkan ditambah. Dan lebih detail, lebih fokus kepada siswanya, sekolahnya, dan juga gurunya,” jelas Seskab Teddy dalam keterangannya di hadapan awak media di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat (27/2/2026).

Seskab Teddy memaparkan bahwa seluruh program strategis pendidikan yang telah berjalan pada periode sebelumnya dipastikan tetap berjalan secara berkelanjutan. Ia juga menekankan komitmen pemerintah untuk menambah program-program terkait guna meningkatkan kualitas pendidikan bangsa.

“Faktanya, tidak ada program strategis pendidikan dari periode sebelumnya yang tidak berjalan sekarang. Tidak ada program dari periode sebelumnya yang dihentikan. Semuanya berjalan, bahkan ditambah. Ada Kartu Indonesia Pintar berjalan, ada Program Indonesia Pintar berjalan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Seskab Teddy juga menguraikan upaya pemerintah dalam memperbaiki dan menambah infrastruktur penunjang pendidikan. Ia menggarisbawahi langkah Presiden Prabowo dalam membangun sekolah rakyat untuk memberikan kesempatan belajar bagi seluruh anak bangsa.

“Anak-anak yang tidak bisa sekolah, putus sekolah, atau mungkin bahkan dia tidak pernah sekolah, disekolahkan di sekolah rakyat. Diberi penginapan, diberi pendidikan, diberi makan, gizi, dan dijamin kesehatannya. Per sekarang, tahun lalu, dalam satu tahun saja, sudah hampir sampai 16.000 hingga 20.000 siswa dengan 166 sekolah. Tahun ini, akan dibangun lagi 100 sekolah,” jelasnya.

Selain membangun sekolah rakyat, pemerintah juga terus berupaya memperbaiki bangunan sekolah yang ada di seluruh Indonesia. Seskab Teddy menyampaikan bahwa hingga tahun 2025, sekitar 16 ribu sekolah di seluruh Tanah Air telah diperbaiki dengan anggaran sekitar Rp17 triliun.

“Belum lagi nanti ada sekolah Garuda, sekolah terintegrasi, serta pembangunan kampus-kampus baru yang Pak Presiden ingin buat. Semuanya sedang berjalan,” sambungnya.

Dalam pengembangan teknologi pembelajaran, pemerintah juga telah menyebarkan televisi digital ke sekolah-sekolah di seluruh negeri. “Jumlahnya tahun 2025 sudah mencapai 280.000 unit TV,” tambahnya.

Rangkaian kebijakan tersebut menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Program MBG hadir bukan sebagai pengganti program pendidikan yang ada, melainkan sebagai pelengkap untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun generasi unggul, di mana pemenuhan gizi, akses pendidikan, dan kualitas pembelajaran berjalan beriringan sebagai satu kesatuan kebijakan pembangunan nasional.

(red)