Home FILM Lupakan Sambo, Selamat Datang Samiadji

Lupakan Sambo, Selamat Datang Samiadji

Film Sayap-Sayap Patah [2022] - Tayang di Netflix

19
0
SHARE
Lupakan Sambo, Selamat Datang Samiadji

Tahun 2022. Sekali lagi dunia kepolisian Indonesia mendapat “serangan” dari dalam. Sebuah konspirasi terjadi, membunuh seseorang dan menciderai banyak orang. Konspirasi yang tak hanya menggulung sebuah komplotan, namun juga diyakini bisa mengubah wajah kepolisian negeri ini selamanya.

Saya hanya mengamati berita tersebut dari jauh. Namun bagaimanapun kita ingin menghindari darinya, semuanya tak terelakkan. Nama Ferdy Sambo terus disebut dan akhirnya seluruh negeri tahu apa yang dilakukannya. Dan drama itu belum lagi memasuki akhir, mungkin baru saja beranjak memasuki babak ketiga.

Saya ingin menutup kuping sejenak, memalingkan muka dari hiruk pikuk tentang Sambo. Saya ingin memberi ucapan selamat datang bagi Samiaji. Keduanya sama-sama polisi walau bisa jadi berada di sisi yang berbeda. Sambo dengan segala kontroversinya dan Samiadji alias Adji dengan segala kelurusannya.

Film Sayap-Sayap Patah mengajak kita mengenal sosok polisi baik bernama Adji. Parasnya ganteng, tubuhnya tegap dan ia sayang betul dengan istrinya yang cantik dan sedang hamil, Nani. Tapi ia punya kelemahan yang selalu tampak dibesar-besarkan dalam film: perhatiannya pada keluarga tak sebesar dibanding dengan perhatiannya pada pekerjaannya. 

Ketidaksempurnaan Adji cuma itu. Di luar itu, ia tak punya cela. Ia selalu berkomitmen penuh pada pekerjaannya dan selalu perhatian pada anak buahnya. Dengan pekerjaan beresiko yang dihadapinya rasanya tak sebanding dengan bagaimana ia menghabiskan hari-harinya bersama istrinya di sebuah rumah di dalam gang sempit. Tapi Adji melakoninya dengan ikhlas, ia tak berusaha gagah bahwa ia sedang membela negara. Tidak, ia hanya sedang menjalankan pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab.

Dan semakin lama durasi film berjalan, kita tahu betapa berat resiko menjadi polisi sepertinya. Rudi Soedjarwo dengan gemilang memperlihatkan bagaimana proses pengintaian atas terduga teroris dilakukan diam-diam, bagaimana mereka membekuknya dan berusaha mengorek informasi sebanyak mungkin demi menghindari teror terjadi lagi.

Dan semakin lama durasi film berjalan, kita juga tahu betapa beratnya menjadi seorang istri polisi. Nani tak pernah tahu apakah suami yang menghabiskan nasi goreng buatannya di pagi hari bakal masih hidup dan kembali di malam hari untuk menghabiskan malam bersamanya. Kita memahami kegundahan Nani dan bagaimana ia mesti bergelut dengan kenyataan itu setiap hari.

Teror selalu menghantui kehidupan Adji dan Nani. Adji yang harus selalu sigap dengan informasi tentang terduga teroris dan Nani yang harus terus deg-degan dengan keselamatan dan nyawa suaminya. Dan teroris menghabiskan waktu, biaya dan energi luar biasa untuk menegakkan perjuangan atas nama …. entahlah. Juga rela mengorbankan nyawa siapapun yang menghalangi aksi teror yang dilakukan.

Darimana datangnya teror? Bisa jadi dari kesalahpahaman. Bisa saja dari ketidaktahuan. Juga bisa datang dari kebencian. Atau dari rasa waswas yang berlebihan. Dalam situasi tak terduga, kesemua unsur bisa bersatu dan menghasilkan sintesa berupa teror. Sebuah perilaku yang membenarkan melakukan apapun untuk mencapai yang diinginkan. Kebenaran tak lagi benar dan kesalahan hanya tampak semacam omong kosong.

Tapi teror juga konon datang dari agama. Lucretius, penyair dan pemikir Romawi, menggambarkan agama [religio] sebagai monster. 

….. di seluruh negeri,
hidup manusia rusak terlindas
di bawah beban berat agama,
yang menampakkan kepalanya,
dari Lapis langit,
mengancam manusia yang fana
dengan wajah yang menakutkan

Teror dan agama seharusnya tak pernah dibicarakan dalam satu kalimat yang sama. Yang satu adalah antagonis bagi yang lain. Yang lain melukai, satunya menyayangi, yang lain membunuh, satunya memaafkan. Dunia yang terbalik membuat keduanya sering dikaitkan satu dengan yang lain.

Tapi bagi Adji, teror diletakkannya hanya sampai di pintu pagar rumahnya. Ketika ia masuk ke dalam rumah dan berwudhu, ia menjadi manusia beragama. Adji menjadi manusia biasa yang tahu diri meletakkan kepasrahannya kepada Maha Pencipta. 

Dan Sayap-Sayap Patah memberi tahu kita bahwa aksi kepahlawanan bisa datang dari siapa saja. Bukan saja dari sosok polisi seperti Aji namun juga bisa datang dari tahanan yang diperlakukan dengan baik. Selama kemanusiaan masih tetap dijunjung, kita tahu bahwa kita akan baik-baik saja setelah serangan dan badai datang menghampiri.

 

SAYAP-SAYAP PATAH

Produser: Yoen K

Sutradara: Rudi Soedjarwo

Penulis Skenario: Monty Tiwa, Eric Tiwa, Alim Sudio

Pemain: Nicholas Saputra, Ariel Tatum, Iwa K

Video Terkait: