Home FILM Kejutan Dari Vietnam

Kejutan Dari Vietnam

Film My Father is a Playboy [2022] - Tayang di Netflix

3
0
SHARE
Kejutan Dari Vietnam

Tahun 1993. Saya masih duduk di bangku kelas 1 SMA. Dan Vietnam mengejutkan dunia karena berhasil menerobos ketatnya nominasi kategori Film Berbahasa Asing Terbaik di Academy Awards.

Sinema Vietnam dimulai sejak tahun 1920-an, tak berbeda jauh dengan yang dilalui negeri kita. Namun meski secara pasar, film Indonesia bisa jadi jauh lebih kuat namun hingga saat ini belum pernah satupun film kita yang menembus nominasi Film Berbahasa Asing Terbaik di ajang Academy Awards. Bahkan masuk daftar pendek pun belum pernah kita capai.

Vietnam melakukannya di tahun 1993 melalui film “The Scent of Green Papaya” yang dibesut Tran Anh Hung. Di tahun yang sama, film tersebut juga meraih Camera d’Or dari festival prestisius, Cannes Film Festival. Padahal Vietnam hanya memproduksi sekitar 60-an judul film setahun dan kita bisa memproduksi hingga hampir 3 kali lipat jumlahnya.

Sebagai pembuat film, tentu saja menyenangkan bisa menyaksikan film dari berbagai belahan dunia, terutama dari Asia yang bukan Korea, Jepang dan Thailand. Rasanya kita juga jarang sekali menyaksikan film Vietnam di bioskop. Dan Netflix merilis film berjudul “My Father is a Playboy” yang menjadi kejutan manis dari Vietnam untuk penonton di seluruh dunia.

Premis film ini sederhana dan sangat menarik. Seorang playboy tak ganteng yang harus merawat bayi perempuan yang masih merah yang ditinggal ibunya begitu saja. Dibalik ceritanya yang sederhana itulah yang menjadi daya tarik film ini. Kapan lagi kita bisa menyaksikan seorang playboy berwajah pas-pasan yang lihai merayu dan tiba-tiba harus takluk di hadapan seorang bayi perempuan? Kapan lagi kita bisa melihat seorang laki-laki yang merasa masa depan ada di genggamannya dan tiba-tiba harus takluk dan menyerahkan hidupnya pada gadis kecil yang lucu?

Mari kita berkenalan dengan Quan. Ia tak ganteng, tak kaya, tak punya pekerjaan tetap, gemar minum. Tapi ia punya satu senjata: lihai mengobral kata. Sederet kalimat meluncur begitu saja dari mulutnya yang bisa membuat perempuan klepek-klepek seketika. Tapi Quan tak sadar bahwa karma tengah mengintainya. Dan semesta bekerja di saat yang tepat. Quan harus menggantung “profesinya” sebagai playboy ketika kekasihnya, Linh, meninggalkannya dengan seorang bayi yang masih merah.

Betulkah Quan tengah menjalani karmanya akibat perbuatan buruknya di masa lalu? Ada masa dimana Quan ingin meninggalkan bayi Bunny begitu saja di depan wihara namun nasihat dari seorang rahib membuatnya mengurungkan niatnya. Ia merasa tak sanggup bisa membesarkan anak seorang diri. Ia tak punya modaal apapun, bahkan sekedar uang untuk membeli susu. Tapi anak memang sumber rezeki yang tak habis-habisnya.

Bunny yang bertumbuh paralel dengan Quan yang mulai menapaki kedewasaan. Tapi sifat playboy-nya sudah ngelothok. Susah hilangnya. Karismanya sebagai playboy tak hilang bahkan ketika rambut gondrong sebahunya sudah berubah menjadi cepak. Tapi ketakutan-ketakutan yang dialaminya semasa kecil masih terus dihadapinya. Terutama ketakutan dengan ketinggian. Justru Bunny yang selalu memaksa, dengan caranya sendiri, agar Quan menghadapi ketakutan-ketakutan itu dengan gagah berani.

Tapi ada satu hal yang membuat Quan selalu ketakutan. Yaitu ketika Bunny menanyakan soal ibunya. Yang membuat saya langsung teringat dengan cerita pendek Seno Gumira Ajidarma berjudul Pelajaran Mengarang. Di “My Father is a Playboy”, Quan adalah Sandra yang terpaksa mengarang cerita agar Bunny bisa melebarkan imajinasinya tentang sosok ibu yang tak pernah dilihatnya selama 8 tahun. Quan menjadi Sandra yang terpaksa membuat cerita bahwa Linh, ibu biologis Bunny, adalah seorang Wonder Woman lengkap dengan kostumnya. 

Tapi Quan tak pernah mengarang tentang perasaannya pada Bunny. Ketulusannya terasa hingga ke hati penonton. Ia mencintainya sepenuh hati. Kedekatan keduanya menghangatkan layar. Sebagai pembuat film, ketika penonton sudah menyayangi karakter-karakter di dalamnya, kita tahu ada kejutan yang akan terjadi. Sebuah kejutan yang akan mengubah hidup Quan selamanya.

Saya pernah berada di posisi Quan. Menjadi ayah secara tak terduga di usia 32. Dipaksa oleh hidup untuk menjadi lebih bertanggung jawab. Namun kejutan ini adalah kejutan manis yang tak akan pernah saya sesali. Karena pada akhirnya hidup membuat saya belajar untuk menjadi laki-laki dan ayah yang baik.

Dan begitulah hidup adanya. Ia selalu punya kejutan-kejutannya sendiri. Mungkin hasil dari perbuatan baik/buruk yang kita lakukan di masa lalu. Mungkin kita pernah menyesalinya. Tapi kita selalu berjanji untuk belajar darinya. 

Dari Quan kita belajar bahwa hidup datang dengan kejutan-kejutannya untuk sebuah tujuan yang menjadi misteri. Dan ternyata kita bisa belajar banyak dari sosok playboy tak ganteng dan nyaris tak punya kelebihan ini bukan?

Video Terkait: