Home FILM Kado Untuk Pembela Tanah Air

Kado Untuk Pembela Tanah Air

Film Indigenes [Days of Glory][2006]

18
0
SHARE
Kado Untuk Pembela Tanah Air

Ada yang rasanya salah dan perlu dikoreksi dari Prancis kini. Semangat persamaan, persaudaraan dan kebebasan yang diagung-agungkan sejak lampau seperti tertiup angin zaman. Muncul berbagai problema yang mementahkan semangat itu. Yang paling mencuat tentu saja adalah pelarangan jilbab masuk sekolah, padahal kebebasan beragama harusnya dijunjung tinggi. Semua berhak atas kesempatan yang sama untuk menunaikan ajaran agama yang dianutnya. Namun Prancis ingkar dan muslim seluruh dunia pun mencemooh.

Padahal Prancis sama sekali tak bisa melepaskan identitasnya dari muslim. Nun jauh ke tahun 1940-an, banyak sekali prajurit muslim yang angkat senjata membela Prancis. Mereka datang dari Algeria hingga Maroko dengan niat tulus mengusir penjajah yang memporak-porandakan Prancis. Seperti Said (Jamel Debbouze) yang ingin melepaskan diri dari kemiskinan. Adapula Abdelkader (Sami Bouajila) yang cerdas dan mengagungkan prinsip persamaan hak itu. Dan Messaoud (Roschdy Zem) yang juga tak takut mati membela negeri. 

Tanyakan pada mereka seberapa besar cinta mereka pada Prancis. Dan kita akan mendengar jawaban yang menggetarkan dada:

"I free my country and it's my country. Even if I've never seen it before, it's my country, "

kata Said suatu ketika. Sayangnya Prancis tak melihat ketulusan mereka menggulung lengan baju dan rela mati di medan perang. Mereka seakan menjadi prajurit kelas dua, yang dilarang protes, yang tak berhak atas promosi kenaikan pangkat, bahkan harus beradu debat hanya demi mendapat sepotong tomat segar.

Hanya karena mereka dianggap bukan ‘penduduk asli’, mereka mendapat perlakuan tak menyenangkan. Padahal ketika harus bertarung melawan musuh, mereka tak ragu berada di depan. Maka mulailah keraguan demi keraguan menghantui. Abdelkader yang terbilang paling intelek di antara mereka akhirnya bersuara keras. Sayang, suaranya ditelan gemuruh perang.

Heroisme itu pun berkobar ketika mereka mempertaruhkan jiwa raga ketika berhadapan dengan pasukan Jerman dalam jumlah besar dalam duel di dusun Alsace. Takut memang terlihat di wajah Said, namun ia terus maju. Messaoud pun bahu-membahu dengan Abdelkader mempertahankan wilayah itu. Dengan pasukan berjumlah total 4 orang, mereka menghadapi desingan peluru dan kepungan bom dari segala penjuru. Tak sia-sia perjuangan mereka. Desa itu berhasil dipertahankan.

Tapi sekali lagi Prancis tak melihat itu. Mereka abai pada pasukan kecil dengan nyali besar itu. Dan dampaknya terasa hingga bertahun-tahun lamanya ketika pensiun mereka dicabut semena-mena oleh pemerintah. Ini kondisi yang menyesakkan dada, saat negara tak mengakui keberadaan pejuang yang membela tanah air tercinta hingga titik darah penghabisan.

Hingga datang kesempatan Presiden Jacques Chirac menonton film ini. Sang pemimpin bangsa pun tersentuh hatinya dan sontak memulihkan hak-hak yang seharusnya diterima oleh patriot bangsa. Maka Indigenes (Days of Glory)  pun menjadi kado manis bagi mereka yang mengorbankan jiwa raga demi bangsa dan negara. 

 

Video Terkait: