Story Detail · June 10, 2026
7 Views
Home / Banda Aceh dan sekitarnya / Safrizal Sebutkan, Kayu Bekas Banjir dan Tanah Lon...
Banda Aceh dan sekitarnya
Jun 10, 2026

Safrizal Sebutkan, Kayu Bekas Banjir dan Tanah Longsor Dapat Dimanfaatkan

Rakor dengan Mendagri
Safrizal Sebutkan, Kayu Bekas Banjir dan Tanah Longsor Dapat Dimanfaatkan

Kepala Posko Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal ZA, menyatakan bahwa material kayu yang terbawa arus banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Aceh tidak perlu dibuang begitu saja. Menurutnya, sisa-sisa kayu gelondongan tersebut dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat untuk mendukung proses pemulihan pascabencana.

Hal tersebut disampaikan menyusul banyaknya material kayu sisa bencana hidrometeorologi yang menumpuk di bantaran sungai dan kawasan permukiman warga di beberapa kabupaten/kota di Aceh.

"Material kayu yang hanyut akibat banjir dan tanah longsor tersebut dapat digunakan oleh masyarakat untuk kebutuhan pembangunan fasilitas publik atau pemukiman kembali yang rusak akibat bencana," ujar Safrizal di Banda Aceh, Selasa (9/6/2026).

Kendati demikian, Safrizal menegaskan bahwa pemanfaatan kayu eks bencana ini tidak boleh dilakukan sembarangan. Ia meminta prosesnya tetap berjalan secara legal dan wajib dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh serta aparat penegak hukum. Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi adanya praktik pembalakan liar (illegal logging) yang berlindung di balik dalih pembersihan material bencana.

Agar peruntukannya tepat sasaran bagi warga yang terdampak langsung, Safrizal menginstruksikan jajaran pemerintah kabupaten/kota melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera melakukan pendataan di lapangan.

"Kami meminta kepada pemerintah kabupaten/kota melalui BPBD untuk segera mendata volume material kayu yang ada dan memetakan kebutuhan masyarakat yang memerlukan bantuan material tersebut," tambahnya.

Selain dapat menekan beban biaya rekonstruksi rumah warga yang rusak, Safrizal menilai pembersihan material kayu dari aliran sungai dan kawasan hutan sangat krusial. Langkah cepat ini diharapkan dapat mencegah risiko terjadinya banjir bandang susulan akibat tersumbatnya aliran air di hulu sungai.

Chat with us on WhatsApp