Home News Harlah ke-4 JPB di Labuhan Deli: Dari Perantauan, Solidaritas Sosial Mengalir untuk Anak Yatim

Harlah ke-4 JPB di Labuhan Deli: Dari Perantauan, Solidaritas Sosial Mengalir untuk Anak Yatim

96
0
SHARE
Harlah ke-4 JPB di Labuhan Deli: Dari Perantauan, Solidaritas Sosial Mengalir untuk Anak Yatim

WARTALINTASBATAS.MY.ID, DELI SERDANG — Di tengah suasana Ramadhan yang sarat makna berbagi, Paguyuban Jawa Perantauan Bersatu (JPB) menandai perjalanan organisasinya yang memasuki usia ke-4 tahun dengan kegiatan yang sarat pesan sosial. Bertempat di Sekretariat JPB, Jalan Veteran Pasar 6, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (8/3/2026), organisasi ini menggelar syukuran harlah, buka puasa bersama, serta santunan anak yatim.

Di bawah kepemimpinan Ketua JPB Roiful Mahfudi, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi seremoni peringatan usia organisasi. Lebih dari itu, acara ini menjadi panggung penegasan bahwa komunitas perantauan juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat di sekitarnya. Dengan jumlah 172 anggota, JPB mencoba menunjukkan bahwa solidaritas tidak berhenti pada identitas paguyuban, tetapi harus hadir dalam aksi nyata.

Acara yang dipandu oleh pembawa acara Naufal berlangsung khidmat sejak awal. Rangkaian kegiatan dimulai dengan sambutan Ketua JPB, tausiyah agama oleh Ustadz Anom, doa bersama, santunan kepada puluhan anak yatim, hingga pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur atas perjalanan empat tahun organisasi. Di akhir acara, para anggota dan warga yang hadir mengabadikan momentum tersebut melalui foto bersama.

Dalam sambutannya, Roiful Mahfudi menegaskan bahwa keberadaan JPB tidak boleh hanya menjadi simbol kebersamaan bagi warga Jawa di perantauan. Menurutnya, organisasi harus mampu menjadi ruang solidaritas sosial yang nyata bagi masyarakat sekitar.

“JPB harus hadir memberi manfaat. Persaudaraan yang kita bangun tidak boleh berhenti pada nama paguyuban, tetapi harus dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan,” ujar Roiful Mahfudi di hadapan anggota dan tamu undangan.

Pesan tersebut sejalan dengan nilai-nilai ajaran Islam yang menekankan pentingnya kepedulian terhadap anak yatim. Dalam Al-Qur’an Surah Ad-Dhuha ayat 9, Allah SWT berfirman:

"Fa ammal-yat?ma fal? taqhar."

“Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.” (QS. Ad-Dhuha: 9)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa keberpihakan kepada anak yatim bukan sekadar kegiatan sosial seremonial, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual umat. Nilai tersebut pula yang coba dihidupkan oleh JPB melalui kegiatan santunan dalam momentum harlah mereka.

Bagi sebagian warga yang hadir, kegiatan tersebut juga menjadi ruang pertemuan lintas generasi perantau Jawa di Sumatera Utara. Dari anak-anak hingga para tokoh komunitas berkumpul dalam satu forum yang sama. Di tempat sederhana itu, semangat kebersamaan terasa kuat: persaudaraan, tradisi gotong royong, dan kepedulian sosial menyatu dalam satu momentum.

Empat tahun mungkin belum lama bagi sebuah organisasi. Namun bagi Paguyuban Jawa Perantauan Bersatu, perjalanan itu menjadi fondasi untuk memperkuat solidaritas komunitas sekaligus memperluas peran sosialnya di tengah masyarakat. Dan dari sebuah sekretariat sederhana di Labuhan Deli, pesan itu kembali ditegaskan: perantauan bukan alasan untuk melupakan kepedulian kepada sesama. (WLB/ RG)