Home info terbaru Program Tanggungjawab Kartu ujian

Program Tanggungjawab Kartu ujian

Protakar

8
1
SHARE
Program Tanggungjawab Kartu ujian

Memasuki Tahun Pembelajaran 2025/2026, SMAN 10 Bekasi terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang tertib dan berkarakter. Salah satu program penting dalam kalender Kurikulum Sekolah adalah pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Tahun. Namun, tahun ini bukan sekadar pelaksanaan ujian biasa. Ada langkah nyata dan terobosan yang berdampak besar pada pembentukan karakter murid. Di bawah kepemimpinan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, lahirlah sebuah agenda bernama PROTAKAR (Program Tanggung Jawab Kartu Ujian). Program ini muncul bukan tanpa alasan. Pada tahun-tahun sebelumnya, setiap pelaksanaan asesmen selalu diwarnai permasalahan klasik: masih banyak murid yang tidak membawa kartu ujian sebagai syarat masuk ruang ujian. Alasannya beragam—tertinggal di rumah, tercuci bersama seragam, bahkan lupa menyimpannya dengan baik. Akibatnya, proses ujian menjadi kurang tertib dan nilai tanggung jawab belum sepenuhnya terbentuk. Saat PROTAKAR pertama kali diterapkan, tentu ada dinamika yang terjadi. Beberapa murid yang tidak membawa kartu ujian harus menerima konsekuensi dengan meminta orang tua untuk mengantarkan kartu tersebut ke sekolah sebelum diperkenankan mengikuti ujian. Momen itu menjadi pembelajaran berharga—bukan hanya bagi murid, tetapi juga bagi orang tua dan sekolah—bahwa tanggung jawab pribadi tidak bisa digantikan oleh alasan , dalam hal ini sekolah juga secara tidak langsung ingin memperkuat peran orangtua terhadap Pendidikan anaknya. Memasuki tahun 2026, pada pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Jenjang, program ini kembali dijalankan secara konsisten. Hasilnya sungguh luar biasa. Hingga hari ke-3 pelaksanaan ujian, jumlah murid yang tidak membawa kartu ujian hanya tiga orang dari 386 Murid Kelas XII. Angka ini menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini bukan sekadar soal kartu ujian, melainkan tentang kesadaran, disiplin, dan komitmen terhadap aturan. PROTAKAR bukanlah program untuk mempersulit murid. Justru sebaliknya, program ini dirancang untuk membentuk pribadi yang konsekuen dan bertanggung jawab. Sekolah ingin menanamkan nilai bahwa setiap hak selalu diiringi kewajiban. Ujian adalah hak murid untuk menunjukkan kemampuan, dan membawa kartu ujian adalah bentuk kewajiban sederhana yang mencerminkan kesiapan diri. Karakter tidak terbentuk dalam semalam. Ia dibangun melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Ketika murid mampu menjaga kartu ujian dengan baik, datang tepat waktu, dan mematuhi aturan, sesungguhnya mereka sedang melatih diri menjadi pribadi yang siap menghadapi tantangan kehidupan yang lebih besar di masa depan. Inilah bukti bahwa dengan komitmen bersama antara sekolah, guru, murid, dan orang tua, perubahan positif itu nyata. SMAN 10 Bekasi tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter. Karena pada akhirnya, keberhasilan sejati bukan hanya tentang nilai ujian, melainkan tentang sikap dan tanggung jawab yang akan dibawa sepanjang kehidupan.

Bravo SMAN 10 Bekasi.