Home tokoh Laksamana Muda (Purn) Budi Kalimantoro Nahkodai Yayasan Jati Diri Bangsa

Laksamana Muda (Purn) Budi Kalimantoro Nahkodai Yayasan Jati Diri Bangsa

Sosok Pribadi yang rendah hati dan bersahaja

14
0
SHARE
Laksamana Muda (Purn) Budi Kalimantoro Nahkodai Yayasan Jati Diri Bangsa

 Harmoni Indonesia  Budi Kalimantoro dipercaya memimpin Yayasan Jati Diri Bangsa (JDB) untuk periode 2025–2030. Purnawirawan TNI Angkatan Laut tersebut dikenal aktif mendorong penguatan nilai kebangsaan melalui pendidikan karakter dan kajian strategis di tengah dinamika global. Alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) 1988 dan peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 54 Lemhannas RI tahun 2016 itu saat ini juga terlibat sebagai tenaga pengajar di Lemhannas RI. Seusai purna tugas dari militer, Budi tetap berkiprah dalam ruang publik dengan menyampaikan gagasan terkait wawasan nusantara dan pembinaan karakter bangsa.
“Penguatan jati diri bangsa menjadi kunci dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan sosial yang cepat,” ujarnya dalam sejumlah forum kebangsaan.
Yayasan Jati Diri Bangsa merupakan lembaga yang bergerak di bidang penguatan nilai-nilai kebangsaan, kepemimpinan, dan karakter nasional. Organisasi ini menghimpun sejumlah tokoh nasional dari berbagai latar belakang, di antaranya Suryadi Sudirja, Kiki Syahnakri, Komaruddin Hidayat, serta Marzuki Darusman. Dalam aktivitasnya, yayasan ini mengembangkan berbagai program, mulai dari pendidikan karakter berbasis Pancasila, pelatihan kepemimpinan bagi generasi muda dan profesional, hingga kajian geopolitik dan ketahanan nasional. Selain itu, JDB juga rutin menggelar forum diskusi, seminar nasional, serta menerbitkan kajian ilmiah.
Budi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk akademisi, militer, dan pemerintah, dalam menjaga ketahanan ideologi dan budaya bangsa. “Kita perlu membangun kesadaran kolektif agar nilai persatuan dan integritas tetap menjadi fondasi utama Indonesia,” katanya. Ke depan, Yayasan Jati Diri Bangsa diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin berintegritas yang tidak hanya memiliki kapasitas intelektual, tetapi juga komitmen kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan ( sapta )