KASUS KAYUBOKO: POLA PEMBERITAAN JURNALIS ‘D’ MENJADI OBJEK KAJIAN AKADEMIS KREDIBILITAS MEDIA
Terkini
15 May 2026 17:59
•
1 min read
•
125 views
•
By admin
buserinvestigasi.Jakarta, 4 September 2026 Sebuah kajian akademis tengah menyoroti pola pemberitaan jurnalis berinisial ‘D’ dalam kasus Pertambangan Kayuboko. Penelitian ini difokuskan pada analisis kredibilitas media, etika jurnalistik, dan dinamika independensi peliputan di tengah isu sumber daya alam yang sensitif.
Kasus Kayuboko menjadi sorotan publik karena menyangkut tiga isu utama: pertambangan, investigasi etnika, dan kepatuhan media. Dalam materi kajian yang beredar, muncul narasi besar: _“Jejak kaki di dua kamp: dulu disuap diam, kini ‘bernyanyi’ karena jatah tak tersepakati? – Jurnalis ‘D’ di pusaran Kayuboko. Anatomi sebuah pengkhianatan atau investigasi sejati?”_
Tim peneliti menyatakan bahwa pertanyaan tersebut digunakan sebagai kerangka untuk membedah konsistensi narasi, perubahan sudut pandang, dan kemungkinan pengaruh eksternal dalam proses peliputan. Objek analisis meliputi struktur berita, sumber yang dikutip, serta konteks ekonomi-politik yang melingkupi publikasi.
“Kajian ini tidak bertujuan menghakimi secara hukum. Fokus kami adalah memahami bagaimana pola pemberitaan dapat membentuk persepsi publik terhadap integritas media,” ujar salah satu peneliti yang terlibat dalam proyek tersebut.
*Temuan Ketua Asosiasi Pertambangan Rakyat Parigi Moutong*
Ketua Asosiasi Pertambangan Rakyat Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyatakan bahwa pihaknya menemukan nama oknum wartawan berinisial Djarot yang bertugas di media online Indigo terkait kasus Kayuboko. Pernyataan ini disampaikan sebagai bagian dari bahan evaluasi publik atas pola peliputan yang terjadi di lapangan.
Hasil penelitian diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi redaksi media, asosiasi jurnalis, dan akademisi komunikasi dalam memperkuat standar etika peliputan, khususnya pada isu-isu yang melibatkan kepentingan ekonomi besar dan konflik sosial.
Kasus Kayuboko sebelumnya telah memicu diskusi publik mengenai peran media sebagai pengawas kekuasaan, sekaligus menguji batas independensi jurnalis ketika menghadapi tekanan eksternal.
---
*Kontak Media:*
---
*Ditulis oleh:*
*Muhammad Raihan Panintjo*
Jurnalis & Penulis Lepas
---
KASUS KAYUBOKO: POLA PEMBERITAAN JURNALIS ‘D’ MENJADI OBJEK KAJIAN AKADEMIS KREDIBILITAS MEDIA
Related Articles
Recent Articles
•
Keluarga Mantan Kepala BGN Kendalikan "Jalur Langit" di Lampung, Ketum PWDPI Desak Kejagung Periksa Zv dan Ed
•
Optimalisasi Layanan Informasi Dan SP4N LAPOR, Kepala DKIP" Komitmen Wujudkan Layanan Publik Yang Akuntabel"
•
Silaturahmi dengan Forkopimda Regional Jawa-Bali, Menko Polkam Tegaskan Komitmen Presiden Berantas Korupsi
•
Ketua PWDPI Lampung Desak Polresta Balam Tangkap Oknum ASN Dinsos Dugaan Terlibat Mafia Minnyak Kita
•
Melalui Kodim 0622/Kab. Sukabumi Dukungan KDMP Truk Operasional Program Presiden RI Tersalurkan
•
Peredaran Obat Keras Golongan G di Citeureup Dikeluhkan Warga BOGOR, 5 Juni 2026 – Masyarakat di wilayah Citeureup, Kabupaten Bogor,
•
Momentum HJB Ke-544, Kota Bogor Raih Penghargaan Creative Financing Terbaik dari Kemendagri
•
PT PMC dan Penggarap Lahan di Desa Sukajaya Tempuh Jalur Musyawarah, Fokus pada Solusi Berkelanjutan
•
Forkopimcam Tamansari Fasilitasi Audiensi PT PMC dan Warga Desa Sukajaya
•
Ketum PWDPI Nurullah : Ditetapknya Kepala BGN Sebagai Tersangka Bukti Nyata Korupsi MBG Terstruktur, Minta Kejagung & KPK Usut Tuntas
Popular Articles
•
Kejati Sulteng Belum Beri Titik Terang: Enam Bulan Penyelidikan, Status Hukum Wabup Parimo Masih Samar
•
Ketua Bumdes Desa lologolu SRG di diduga Lenyapkan Dana Bumdes TA.2025
•
Kapolsek Gunungsitoli Alo'oa IPDA PONIMAN LASE, S.I.P. Menghadiri Pertemuan di Desa Loloanaa Lolomoyo Kec. Gunungsitoli Utara.
•
Dugaan Penjualan Lahan Kawasan Hutan di Desa Opo Dilaporkan ke KPH, Mantan Kades Beri Klarifikasi
•
Ketum DPP PWDPI Kecam Keras Penculikan Tiga Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel