Maksimalkan Dana Penelitian untuk Publikasi Berdampak, Unsrat Targetkan Kenaikan Peringkat Nasional
MANADO, Suluh Merdeka News – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) terus memperkuat budaya penelitian dan publikasi ilmiah sebagai upaya meningkatkan reputasi akademik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu strategi yang dilakukan adalah memaksimalkan pemanfaatan dana penelitian agar menghasilkan publikasi yang berdampak dan mampu meningkatkan skor SINTA serta peringkat universitas. Hal tersebut ditegaskan Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Sumber Daya Manusia Unsrat, Prof. Dr. Ir. Arthur G. Pinaria, M.P., Ph.D, saat membuka kegiatan Seminar dan Pendampingan Pemutakhiran dan Optimalisasi SINTA, Kamis (4/6/2026), di Hotel Grand Puri Manado. Dalam kegiatan tersebut, Prof. Arthur Pinaria didampingi Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsrat, Prof. Dr. Ir. Jein R. Leke, M.P., serta menghadirkan narasumber utama, Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Muhammad Halim Natsir, S.Pt., M.P. Dalam sambutannya, Prof. Arthur menegaskan bahwa setiap dana penelitian yang diterima dosen harus mampu menghasilkan luaran yang nyata dan terukur, terutama publikasi ilmiah yang terindeks dalam Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SINTA). “Dana penelitian yang diberikan kepada dosen harus dimaksimalkan untuk menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas. Output penelitian tidak boleh berhenti pada laporan akhir, tetapi harus dipublikasikan sehingga memberikan kontribusi terhadap peningkatan skor SINTA dan reputasi Universitas Sam Ratulangi,” tegas Prof. Arthur. Menurutnya, publikasi ilmiah menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur kualitas akademik sebuah perguruan tinggi. Semakin tinggi produktivitas publikasi dosen, semakin besar pula kontribusinya terhadap peningkatan reputasi institusi. Kegiatan seminar dan pendampingan tersebut diikuti oleh para dosen penerima hibah penelitian tahun 2026–2027 dari berbagai fakultas di lingkungan Unsrat. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai strategi peningkatan publikasi, pengelolaan profil akademik, serta optimalisasi data penelitian pada platform SINTA. Prof. Arthur berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk meningkatkan kualitas penelitian dan memperkuat budaya publikasi di lingkungan kampus. “Kami ingin setiap penelitian yang didanai menghasilkan artikel ilmiah yang dapat dipublikasikan pada jurnal nasional maupun internasional bereputasi. Dengan demikian, manfaat penelitian tidak hanya dirasakan oleh peneliti, tetapi juga oleh institusi dan masyarakat luas,” katanya. Unsrat Peringkat 37 Nasional Dalam kesempatan itu, Prof. Arthur mengungkapkan bahwa saat ini Universitas Sam Ratulangi menempati peringkat ke-37 perguruan tinggi terbaik di Indonesia berdasarkan pemeringkatan EduRank. Menurutnya, capaian tersebut patut disyukuri, namun masih perlu ditingkatkan melalui penguatan penelitian, publikasi, sitasi, dan kolaborasi akademik. “Posisi ini menunjukkan bahwa Unsrat memiliki daya saing yang baik. Namun kita tidak boleh berpuas diri. Masih banyak peluang yang dapat dilakukan untuk meningkatkan peringkat melalui publikasi berkualitas dan penelitian yang berdampak,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa berbagai lembaga pemeringkatan dunia menempatkan produktivitas penelitian sebagai salah satu indikator utama penilaian. Oleh karena itu, peningkatan jumlah dan kualitas publikasi ilmiah menjadi agenda penting yang harus didukung seluruh sivitas akademika. Peran Strategis SINTA Sementara itu, Sekretaris LPPM Unsrat, Prof. Dr. Ir. Jein R. Leke, M.P., mengatakan bahwa SINTA saat ini menjadi instrumen penting dalam mengukur kinerja penelitian dan publikasi dosen di Indonesia. Melalui sistem tersebut, berbagai luaran akademik seperti artikel ilmiah, sitasi, buku, kekayaan intelektual, dan kegiatan pengabdian masyarakat dapat terdokumentasi secara terintegrasi. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh hasil penelitian dosen dapat tercatat dan terpublikasi dengan baik. Banyak penelitian yang sebenarnya berkualitas, tetapi belum memberikan kontribusi maksimal karena belum terintegrasi secara optimal dalam sistem,” jelas Prof. Leke. Ia menambahkan bahwa kegiatan pendampingan seperti ini akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dosen dalam menghasilkan publikasi yang berkualitas dan bereputasi. Belajar dari Universitas Brawijaya Pada sesi materi, Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Muhammad Halim Natsir, S.Pt., M.P., membagikan pengalaman Universitas Brawijaya dalam membangun budaya riset dan publikasi yang kuat. Menurutnya, penelitian harus dirancang sejak awal dengan target luaran yang jelas sehingga menghasilkan publikasi yang dapat memberikan dampak akademik maupun sosial. “Penelitian yang baik harus menghasilkan output yang terukur. Publikasi ilmiah menjadi salah satu indikator utama karena dapat dibaca, dikutip, dan dimanfaatkan oleh komunitas ilmiah di seluruh dunia,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu dan kerja sama internasional untuk meningkatkan kualitas penelitian dan memperluas jejaring akademik. Menurut Prof. Halim, perguruan tinggi yang ingin maju harus membangun budaya publikasi yang kuat serta memberikan pendampingan berkelanjutan kepada para penelitinya. Dorong Budaya Riset Berkelanjutan Pelaksanaan Seminar dan Pendampingan Pemutakhiran dan Optimalisasi SINTA ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Mereka menilai kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai strategi meningkatkan produktivitas publikasi serta pengelolaan profil akademik yang lebih baik. Melalui kegiatan ini, Unsrat berharap mampu meningkatkan jumlah publikasi ilmiah, memperkuat posisi dalam pemeringkatan nasional dan internasional, serta memperluas kontribusi hasil penelitian bagi pembangunan daerah dan bangsa. “Kita ingin setiap penelitian memberikan manfaat nyata dan berdampak luas. Dengan meningkatnya kualitas publikasi ilmiah, maka reputasi Universitas Sam Ratulangi juga akan semakin kuat di tingkat nasional maupun global,” tutup Prof. Arthur. (JEK)
Related Articles