Ironi Lomba TTG 2026: Seruan Efisiensi Sekda Tak Sejalan dengan Kondisi Gedung Posyantek Sepatan
KABUPATEN TANGERANG – Seorang pemuda asal Sepatan yang juga dikenal sebagai aktivis muda Tangerang, Riki Ade Suryana, melontarkan kritik keras terhadap Pemerintah Kabupaten Tangerang. Kritik tersebut muncul setelah pembukaan Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) 2026 yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) pada Rabu, 15 April 2026 di Gedung Serbaguna (GSG) Tigaraksa, yang dibuka oleh Sekretaris Daerah, Drs. H. Soma Atmaja, M.Si.
Dalam sambutannya, Sekda menekankan pentingnya efisiensi dalam pengelolaan ekonomi desa. Namun, menurut Riki, kondisi di lapangan justru menunjukkan hal yang bertolak belakang dengan pernyataan tersebut.
Ia menyoroti keberadaan Gedung Posyantek di Kecamatan Sepatan yang semestinya menjadi pusat pelayanan dan pengembangan teknologi masyarakat, tetapi kini terbengkalai dan tidak terurus selama bertahun-tahun.
“Ini menunjukkan adanya ketidaksinkronan dalam birokrasi. Di level kabupaten, narasi yang dibangun adalah inovasi dan efisiensi. Namun di tingkat kecamatan, fasilitas pendukung teknologi justru tidak dimanfaatkan,” ujar Riki dalam keterangannya, Kamis (16/04/2026).
Lebih lanjut, ia menilai bahwa publikasi resmi Pemerintah Kabupaten Tangerang terkait pelaksanaan TTG 2026 sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi desa belum dibarengi dengan pengelolaan aset daerah yang maksimal. Menurutnya, jika bangunan seperti Posyantek Sepatan maupun eks Kantor KUA Sepatan terus dibiarkan tanpa fungsi yang jelas, maka komitmen tersebut hanya sebatas wacana.
Riki juga menegaskan bahwa kondisi tersebut bertentangan dengan semangat regulasi, seperti PP Nomor 27 Tahun 2024 serta Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD). Ia menjelaskan bahwa aset yang tidak dimanfaatkan sesuai peruntukannya seharusnya segera dialihkan penggunaannya melalui skema kerja sama atau mekanisme lain yang sah.
Ia pun mendorong pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret, seperti melakukan revitalisasi Gedung Posyantek menjadi pusat inovasi teknologi bagi generasi muda, membuka peluang pengelolaan oleh pihak ketiga, hingga melakukan audit menyeluruh terhadap aset-aset yang tidak berfungsi.
Di akhir pernyataannya, Riki berharap pemerintah tidak hanya menonjolkan kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menunjukkan komitmen nyata melalui pengelolaan aset yang efektif dan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
ras
Related Articles