Jalanan Jogja Masih Macet, Arus Wisatawan Belum Surut

Terkini 27 Mar 2026 20:18 2 min read 142 views By JIM + AI

Share berita ini

Jalanan Jogja Masih Macet, Arus Wisatawan Belum Surut
LAPORAN KHUSUS | H+6 LEBARAN 2026 Jalanan Jogja Masih Macet, Arus Wisatawan Belum Surut  Yogyakarta — Memasuki H+6 pasca Hari Raya Idul Fi...

LAPORAN KHUSUS | H+6 LEBARAN 2026 Jalanan Jogja Masih Macet, Arus Wisatawan Belum Surut

 Yogyakarta — Memasuki H+6 pasca Hari Raya Idul Fitri 2026, arus kendaraan di sejumlah ruas utama di Yogyakarta masih terpantau padat. Lonjakan wisatawan yang belum menunjukkan tanda-tanda surut membuat sejumlah jalur menuju destinasi wisata mengalami kemacetan panjang sejak pagi hingga malam hari. Titik Kemacetan Mengular Pantauan di lapangan menunjukkan kepadatan signifikan terjadi di kawasan pusat kota hingga jalur wisata populer. Kawasan Malioboro menjadi salah satu titik paling padat, dipenuhi kendaraan pribadi dan bus pariwisata yang bergerak lambat. Kondisi serupa juga terjadi di jalur menuju Kaliurang, di mana antrean kendaraan mengular hingga beberapa kilometer, terutama pada siang hari. Sementara itu, akses menuju Pantai Parangtritis mengalami kepadatan ekstrem, dengan waktu tempuh yang meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa. Wisatawan Masih Membeludak Berdasarkan data sementara dari Dinas Pariwisata DIY, tingkat kunjungan wisatawan masih tinggi meski telah melewati puncak arus mudik dan balik. Banyak wisatawan memanfaatkan sisa masa libur untuk berwisata bersama keluarga. “Ini fenomena yang hampir terjadi setiap tahun. Setelah silaturahmi selesai, masyarakat memilih berlibur sebelum kembali beraktivitas,” ujar salah satu petugas lalu lintas di kawasan pusat kota. Selain itu, dominasi kendaraan berpelat luar daerah turut memperlambat arus karena banyak pengendara yang belum familiar dengan kondisi jalan di Jogja. Upaya Penguraian Arus Pihak kepolisian bersama Dinas Perhubungan telah memberlakukan rekayasa lalu lintas di beberapa titik. Sistem buka-tutup jalan hingga pengalihan arus diterapkan untuk mengurai kepadatan, terutama di jalur wisata. Namun demikian, upaya tersebut belum sepenuhnya efektif mengingat tingginya volume kendaraan yang masuk secara bersamaan. Hingga malam hari, arus lalu lintas di sejumlah titik masih menunjukkan kepadatan. Diperkirakan, kondisi ini akan berlangsung hingga akhir pekan sebelum aktivitas masyarakat kembali normal. J Jogja kembali membuktikan diri sebagai magnet wisata nasional—namun di sisi lain, kemacetan H+6 Lebaran menjadi pengingat serius akan perlunya solusi transportasi yang lebih terintegrasi di masa depan. JIM+AI

Ruang Tengah Politik