Home Sorotan Diduga Jadi Sarang Mafia Solar, Aktivitas Oper Tap di Jalan Lingkar Timur Kudus Resahkan Warga

Diduga Jadi Sarang Mafia Solar, Aktivitas Oper Tap di Jalan Lingkar Timur Kudus Resahkan Warga

Diduga Jadi Sarang Mafia Solar, Aktivitas Oper Tap di Jalan Lingkar Timur Kudus Resahkan Warga

7
0
SHARE
Diduga Jadi Sarang Mafia Solar, Aktivitas Oper Tap di Jalan Lingkar Timur Kudus Resahkan Warga

Keterangan Gambar : Kegiatan Pemapungan BBM Bersubsidi Ilegal yang Di duga milik R ( *red Dwi )

Kudus | Realita62.My.Id– Dugaan praktik mafia solar kembali mencuat di Kabupaten Kudus. Sebuah lokasi di kawasan Jalan Lingkar Timur, tepatnya di sekitar Pasar Hewan Kudus, diduga menjadi tempat oper tap dan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi. Aktivitas tersebut memicu keresahan warga dan memunculkan pertanyaan besar mengenai lemahnya pengawasan distribusi BBM di daerah tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah warga, lokasi yang berada di sebelah tempat jual beli ban dan di barat sebuah warung makan itu kerap terlihat aktivitas mencurigakan. Kendaraan keluar masuk pada waktu tertentu dan diduga melakukan pemindahan solar dari kendaraan ke jeriken maupun wadah penampungan lain.

Warga menilai aktivitas tersebut tidak wajar dan kuat dugaan berkaitan dengan praktik mafia solar yang selama ini merugikan masyarakat dan negara.

“Sering terlihat pemindahan solar ke jeriken. Kalau benar itu solar subsidi, tentu sangat merugikan karena seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Dari informasi yang beredar di masyarakat, usaha tersebut diduga dikelola oleh seseorang berinisial R. Namun hingga kini belum ada klarifikasi dari pihak yang bersangkutan terkait aktivitas di lokasi tersebut.

Praktik oper tap dan penimbunan solar bukan hanya persoalan pelanggaran hukum, tetapi juga menjadi gambaran bagaimana mafia BBM masih leluasa bergerak di lapangan. Jika benar terjadi, aktivitas tersebut dapat melanggar ketentuan terkait distribusi BBM bersubsidi dan berpotensi menyebabkan kelangkaan solar bagi nelayan, petani, serta pelaku usaha kecil yang berhak mendapatkan subsidi.

Selain merugikan negara, penyimpanan solar dalam jumlah besar di lokasi yang tidak memenuhi standar keamanan juga menimbulkan risiko serius, mulai dari potensi kebakaran hingga pencemaran lingkungan.

Ironisnya, aktivitas yang diduga berlangsung cukup lama itu disebut-sebut dilakukan secara terbuka, sehingga memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai efektivitas pengawasan dari pihak terkait.

Warga berharap aparat penegak hukum, dinas terkait, serta pihak Pertamina segera turun tangan melakukan pengecekan langsung di lokasi tersebut. Penindakan tegas dinilai penting agar praktik mafia solar tidak terus merajalela dan distribusi BBM bersubsidi dapat kembali tepat sasaran.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak yang diduga mengelola usaha tersebut maupun dari instansi terkait mengenai dugaan aktivitas oper tap solar di kawasan Jalan Lingkar Timur dekat Pasar Hewan Kudus tersebut.

( Dwi s )