HIMSI Mataram Gelar Aksi Demonstrasi
Mataram,-Tangkapupdate 24jam.my.id.Demo puluhan mahasiswa yang tergabung Himpunan Mahasiswa Soromandi Mataram (HIMSI Mataram) di terima perwakilan Pemerintah Provinsi NTB.
Hadir Staff Ahli Gubernur NTB Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Sosial Kemasyarakatan Setda NTB, Yusron Hadi, Kepala Dinas PUPRPKP NTB, Lalu Kusuma Wirajaya dan Kabid Bina Marga PUPRPKP, Rizali Amin.
Kordinator Umum Aksi HIMSI Mataram, Furkan YK mengatakan aksi unjuk rasa di lakukan menuntut perbaikan jalan rusak yang lebih dari 30 tahu di Soromandi.
Bagi Furkan, dengan banyaknya produksi hasil juga di Kecamatan Soromandi seharusnya Pemerintah Provinsi mendukung ketahanan pangan.
"Bulan kemarin terjadi dua kecelakaan truk pengangkut jagung. Kami tidak ingin kecelakaan yang sama terus berulang karena jalan rusak," kata perwakilan HIMSI Mataram ini.
Merespon itu, Staff Ahli Gubernur NTB Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Sosial Kemasyarakatan Setda NTB, Yusron Hadi mengatakan apresiasi atas aspirasi dari mahasiswa untuk mengawal pemerintah Provinsi.
Terkait aspirasi HIMSI Mataram, Yusron mengatakan telah menerima aspirasi jalan rusak 18 kilometer di Soromandi itu. Bagi Yusron, mengenai persoalan teknis akan di jelaskan oleh dinas terkait.
"Secara teknis Kadis PU (PUPRPKP) dan jajaran bisa menjelaskan apa langkah - langkah konkret yang bisa di lakukan," kata dia.
Merespon itu, Kadis PUPRPKP, Lalu Kusuma Wirajaya mengatakan akan memenuhi persyaratan untuk kelengkapan untuk perbaikan jalan Soromandi. "Tampa maksud menunda, memang membutuhkan waktu dan kesabaran. Sehingga apa yang diperjuangkan untuk wilayah Soromandi bisa kita realisasikan segera," kata dia.
Sementara persoalan teknis, Kabid Bina Marga PUPRPKP NTB, Rizali Amin mengatakan jalan Bajo - Sampungu masuk tiga besar teratas di usulkan melalui Inpres Jalan daerah.
Ia mengatakan untuk penanganan total jalan Bajo - Sampungu itu di alokasi anggaran sekitar 48 miliar.
"Kebetulan di Bajo - Sampungu kita mengusulkan 48 miliar. Jadi mohon kesabarannya," kata dia.
Pengusulan melalui Inpres itu, kata dia karena keterbatasan fiskal daerah di NTB. Ia mengatakan atensi tiga besar dari pemerintah pusat dan dilakukan penginputan terakhir 12 Juni 2026 ini.
"Angka per paketnya di bawah 50 miliar. Kita akan kawal bersama," tegas dia.
Ia menambahkan pengusulan melalui Inpres supaya tidak tambal sulam penanganan jalan rusak di Soromandi. "Kami mengusulkan karena ingin perbaikan total jalan Bajo - Sampungu," kata dia.
(Ali Bin Ahmad )