Telan Anggaran Milyaran, Kondisi Bangunan SDN 54 Mensarang Memprihatinkan
SANGGAU, seputarkapuas.com
Anggaran yang fantastis tidak selalu menjamin kualitas yang baik dari suatu produk atau bangunan, apalagi kontruksi bangunan spesifik yang membutuhkan keahlian khusus dibidangnya masing-masing, contohnya jasa pelaksana kontruksi gedung pendidikan.
Apabila tidak ditangani oleh tenaga-tenaga ahli yang profesional maka akan berdampak terhadap mutu bangunan. Berkaca dari hal-hal diatas, maka tidak kesemua hal tersebut akan terbantah dengan kondisi memprihatinkan Pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi ruang kelas, pembangunan toilet atau jamban serta Rehabilitasi ruang guru, ruang kepala sekolah hingga ruang tata usaha SD Negeri 54 Mensarang, Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Dengan anggaran (HPS) mencapai anggka Rp 1.091.776.024,98 (Satu Milyar Sembilan Puluh Satu Juta Tujuh Ratu Tujuh Puluh Enam Ribu Dua Puluh Empat Sen) Kondisi bangunan yang seharusnya mentereng Justru berbanding terbalik. Mulai dari kondisi atap yang melengkung, seng tipis, plafon menggunakan triplek biasa bukan GRC hingga layar angin yang tidak di plaster itu kondisi bangunan utama.
Bila bergeser ke ruang kepala sekolah lebih memprihatinkan lagi dengan kondisi atap yang tidak rapi karena gelombang seng tidak saling menutup dikhawatirkan terjadi kebocoran. Selain ruang kelas baru dan ruang guru, kondisi lebih memprihatinkan ada pada bangunan toilet atau jamban siswa yang bahannya pada bagian atas diduga menggunakan material bekas atau sisa sehingga ada kesan bangunan jamban atau toilet siswa tersebut dibangun sekedarnya meski pembangunannya menghabiskan anggaran yang fantastis.
Berangkat dari kondisi diatas, salah satu warga sanggau, Ardi mengaku kecewa karena bangunan pemerintah yang dibangun menggunakan anggaran pajak rakyat dengan dana Milyaran kondisinya seperti bangunan sampah yang tak bernilai fantastis.
"Rugi pemerintah bila bangunan dengan nilai Milyaran kondisi upa nyak (seperti itu, Red)," Kesal Ardi. Ardi menambahkan, kondisi bangunan yang banyak memakan biaya harusnya masyarakat memperoleh bangunan yang sempurna, tanpa cacat sedikitpun bahkan harusnya nyaris sempurna karena memakai anggaran maksimal.
"Kalau kondisi bangunan seperti itu, patut kita pertanyakan kredibilitas panitia-panitianya mulai dari Konsultan Pengawas, PPK, PPTK Hingga Direksi pekerjaan itu wajib bertanggung jawab atas suatu pekerjaan,"Pungkas Ardi Dengan nada Kesal.
Laporan: Adi Noyan
Related Articles