“Tapak Candi Jogja: Menyusuri Warisan Leluhur, Menemukan Kebahagiaan Baru”
“Tapak Candi Jogja: Menyusuri Warisan Leluhur, Menemukan Kebahagiaan Baru”
Saat sebagian orang masih terlelap di pagi buta, puluhan langkah kaki justru mulai bergerak menyusuri jejak sejarah, menyatu dengan alam, dan merayakan kebersamaan di antara candi-candi tua Yogyakarta. (Gambar Ilustrasi Bang Uthu)
YOGYAKARTA, 18 April 2026 . Sebuah komunitas unik yang menamakan dirinya Tapak Candi kembali menggelar kegiatan rutinnya untuk keempat kalinya. Mengusung konsep jalan sehat berbasis budaya, kegiatan ini dimulai sejak pukul 05.00 WIB dari Candi Sambisari, melintasi Candi Sari, dan berakhir di Candi Plaosan.
Sebanyak lebih dari 25 peserta dari berbagai kalangan usia remaja hingga orang tua turut ambil bagian. Mereka tidak hanya berjalan, tetapi juga membawa semangat baru tentang bagaimana olahraga, budaya, dan kebersamaan bisa berpadu dalam satu aktivitas sederhana namun bermakna.
Pendiri komunitas yang akrab disapa Bang Uthu menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar jalan kaki. “Ini tentang kesetaraan, kebahagiaan, kebersamaan, dan kesehatan semua dibingkai dalam budaya lokal,” ujarnya.
Kegiatan ini semakin menunjukkan kematangan dalam penyelenggaraan. Para peserta dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing dipimpin oleh seorang kapten. Pengawalan menggunakan motor memastikan tidak ada peserta yang tertinggal di sepanjang rute.
Sebelum keberangkatan, seluruh peserta melakukan registrasi, dilanjutkan dengan sesi peregangan dan pemanasan yang dipandu oleh Kak Greace. Setelah kegiatan selesai, panitia juga menyediakan shuttle untuk mengantar peserta kembali ke titik awal sebuah detail kecil yang menunjukkan profesionalisme penyelenggara.
Pak Devy, salah satu aktivis komunitas, menegaskan bahwa kegiatan ini terbuka untuk umum. “Siapapun boleh ikut. Justru kami ingin semakin banyak masyarakat merasakan manfaatnya,” katanya.
Antusiasme juga datang dari peserta baru. Ibu Heny dan Pak David yang baru pertama kali ikut mengaku langsung merasakan dampaknya. “Kami ikut ini cari sehat, tapi ternyata dapat lebih teman baru dan pengalaman baru,” ujar mereka.
Salah satu peserta lain menilai pelaksanaan kegiatan keempat ini jauh lebih matang dibanding sebelumnya. Sistem pengelolaan yang rapi membuat peserta merasa aman dan nyaman sepanjang perjalanan.
Bayangkan memulai pagi Anda dengan udara segar, langkah ringan, dan pemandangan candi-candi bersejarah. Bukan sekadar olahraga ini adalah perjalanan jiwa.
Tapak Candi bukan hanya tentang berjalan, tapi tentang menemukan makna. Tentang tertawa bersama orang baru. Tentang kembali mencintai budaya sendiri.
👉 Anda tidak perlu menjadi atlet. Anda hanya perlu melangkah.
👉 Anda tidak perlu sendiri. Di sini, semua berjalan bersama.
Bulan depan, giliran Anda menjadi bagian dari langkah istimewa ini. JIM+AI
Related Articles