Nanik S. Deyang Resmi Jabat Kepala BGN yang Baru

IPOLEKSOS 08 Jun 2026 07:50 3 min read 10 views By Fadhsa

Share berita ini

Nanik S. Deyang Resmi Jabat Kepala BGN yang Baru
Tangis haru Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang usai resmi menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). (Foto: YouTube Setpres)

Koran Bintan.com | JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Agustina Arumsari dan Mayjen Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN di Istana Kepresidenan, Senin (8/6/2026).

 

Pelantikan itu berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026, tentang pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala BGN dan pemberhentian Wakil Kepala BPKP.

 

"Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," ujar Nanik, Agustina dan Trenggono, mengikuti sumpah yang dibacakan Presiden Prabowo.

 

Usai pembacaan sumpah, Nanik, Agustina, dan Trenggono menandatangani berita acara pelantikan bersama Presiden Prabowo. Acara ditutup dengan pemberian salam oleh jajaran Kabinet Merah Putih kepada pejabat yang baru dilantik.

 

Saat disalami Presiden Prabowo, Nanik terlihat menangis haru. Nanik berdiri di tempat seraya menerima ucapan selamat dari para pejabat, termasuk Wapres Gibran Rakabuming. Dia tampak mengusap mata dengan selembar tisu.

 

Optimalisasi efisiensi anggaran

 

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, beserta dua wakilnya, Trenggono dan Agustina Arumsari, resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto. Nanik menjelaskan Arumsari akan bertugas mengelola bidang keuangan, sedangkan Trenggono mengurusi titik-titik dapur di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).


"Di sini saya ditemani Ibu Arumsari yang sehari-hari akan memelototi saya dalam hal keuangan. Dengan teliti, dengan benar. Saya tidak akan mengambil keputusan apa pun berkait pengeluaran duit bila Bu Sari tidak oke," kata Nanik usai pelantikan.

 

"Di samping saya ada Pak Trenggono, yang dia juga akan melindungi saya, ikut nanti menggarap dapur-dapur di 3T dan juga kawasan-kawasan yang belum teritorial yang belum terbangun," katanya.

 

BGN di bawah kepemimpinannya akan berfokus pada optimalisasi efisiensi anggaran. Nanik menekankan efisiensi akan diupayakan tanpa mengurangi tujuan pemenuhan gizi bagi anak-anak.

 

"Langkah kami adalah pertama-tama seperti yang beberapa waktu lalu saya sampaikan, kami concern pada efisiensi anggaran. Agar bisa tidak membebani anggaran negara pada saat ini, tetapi dengan tidak mengubah target dari yang kita berikan gizi," kata dia.

 

Sejumlah langkah diambil BGN dalam melakukan efisiensi tersebut. Salah satunya moratorium atau penundaan pembukaan dapur baru.

 

"Efisiensi ini kami lakukan yang pertama melalui moratorium. Moratorium ini bukan titik baru, tetapi juga dapur-dapur baru. Bila per hari ini totalnya berapa, Bu Sari? Jadi per hari ini jumlahnya titik dapur yang operasional berdasarkan virtual account itu 27.877," katanya.

 

Selain itu, Nanik menekankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) akan difokuskan ulang sesuai sasaran. Menurutnya, MBG tidak akan diberikan kepada siswa-siswa kalangan ekonomi atas.

 

"Yang kedua, kami refocusing penerima manfaat. Refocusing ini maksudnya adalah apakah perlu, rasanya tidak perlu ya, kalau misalnya sekolah-sekolah kaya. Kan ini pasti di rumah gizinya juga lebih bagus. Jadi kita lebih arahkan nanti benar-benar pada anak-anak atau penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi," ujarnya.

 

Selanjutnya, BGN akan meningkatkan kualitas dapur-dapur yang sudah ada. Nanik akan menggencarkan sidak ke lapangan untuk memastikan dapur-dapur MBG berjalan sesuai petunjuk teknis (juknis).

 

"Yang ketiga, itu kita akan melakukan kontrol atau apa, kualitas ya. Kami juga sudah sampaikan ke Presiden di tahun 2026 ini kita bukan mengejar kuantitas, tapi pada kualitas. Sehingga kami akan mengecek apakah dapur-dapur yang sekarang ada ini sesuai dengan juknis atau tidak. Nanti akan kita grading. Misalnya apakah dapur ini bisa 3.000 (penerima), 2.000 atau 1.000 saja itu nanti akan kita kelompok-kelompokkan," kata dia.(han)

>>